Friday, October 24, 2014

PREAMBULE

Jika politik itu kotor, puisi akan membersihkannya
Jika politik bengkok, sastra akan meluruskannya
- John F Kennedy

Tulisan ini diambil dari buku Max Havelaar karya Multatuli. Ku kutip tulisan ini untuk dia yang “terpilih”. Jikalau kau merasa tulisan ini tak ada sangkut pautnya dengan dia yang “terpilih”, maka kau perlu membacanya lagi dan lagi. Terkadang kau dapat menemukan suatu kesamaan cerita, namun dengan latar belakang dan aktor yang berbeda. Beberapa kata atau kalimat yang ditebalkan adalah improvisasiku, bukan format asli penulis. Semoga berkesan.

Hanya sedikit pembaca Eropa yang bisa membayangkan dengan tepat betapa tinggi seorang gubernur jenderal harus berdiri sebagai seorang individu, agar dia tidak berada di bawah kewibawaan jabatannya. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika aku mengatakan bahwa hanya ada sedikit sekali, mungkin bahkan tidak ada, orang yang bisa memenuhi tuntutan seberat itu. Terlepas dari kualitas isi kepala dan hati yang diperlukan, lihat sajalah tingginya jabatan tempat orang itu mendadak ditempatkan. Orang yang kemarin hanya warga negara biasa, tapi kini memiliki kekuasaan terhadap lebih dari berjuta-juta rakyat; orang yang beberapa saat sebelumnya masih tersembunyi diantara kenalan-kenalannya tanpa memiliki jabatan atau kekuasaan yang lebih tinggi daripada mereka, secara mendadak diangkat ke atas kerumunan orang yang jauh lebih besar jumlahnya daripada lingkungan kecil tempatnya berada tanpa begitu dikenal. Lagi pula, kurasa tidaklah keliru jika aku menyebut ketinggian jabatannya menggetarkan. Sesungguhnya ini mengingatkan kita pada ketakutan seseorang yang mendadak melihat jurang dihadapannya, atau mengingatkan kita pada kebutaan yang menyerang ketika secara mendadak kita keluar dari kegelapan total dan memasuki cahaya terang. Menghadapi transisi semacam itu, saraf penglihatan dan otak tidak akan menang walaupun keduanya memiliki kekuatan yang luar biasa.

Jika pengangkatan menjadi gubernur jenderal saja bisa menyebabkan kerusakan moral, dan akan mempengaruhi orang yang kecerdasan dan nuraninya luar biasa mengagumkan, apa yang bisa diharapkan dari orang yang sebelum diangkat pun sudah punya banyak kesalahan? Lagi pula, jika kita mengira raja selalu mendapat banyak informasi sebelum menorehkan tanda tangan mulianya di bawah dokumen, yang menyatakan keyakinannya mengenai “kesetiaan, semangat, dan kemampuan” gubernur yang baru saja dilantik, bahkan kita mengira bahwa wakil raja yang baru itu memang bersemangat, setia, dan mampu, maka masih tersisa pertanyaan apakah semangat dan kemampuan orang yang terpilih sebagai gubernur berada dalam tingkatan yang cukup tinggi sehingga bisa memenuhi tugasnya.


Karena pertanyaannya bukanlah apakah orang itu – yang untuk pertama kalinya meninggalkan kabinet raja di Den Haag sebagai gubernur jenderal – memiliki kemampuan yang diperlukan untuk kedudukan barunya. Ini mustahil. Pernyataan mengenai keyakinan terhadap kemampuannya hanya bisa diartikan sebagai keyakinan bahwa dia, dalam situasi yang sangat berbeda, pada saat tertentu, akan mengetahui seakan berdasarkan intuisi, apa yang tidak bisa dipejarinya di Den Haag. Dengan kata lain, dia genius, seorang genius yang mendadak harus tahu dan memahami apa yang sebelumnya tidak diketahui atau dipahaminya. Kegeniusan semacam itu sangatlah langka, bahkan di kalangan orang-orang yang dekat dengan raja sekalipun.

Tuesday, October 21, 2014

Baby sitter atau Babu sitter

Pernikahan artis muda dengan mewah membuat siapa pun ingin menghadirinya. Lebih dari 6000 undangan disebar dan tidak sedikit dari kalangan artis yang hadir. Masyarakat manapun pasti ingin sekali berada di ballroom Hotel Ritz Carlton. Orang-orang biasa akan senang sekali berada disana karena ada artis pujaannya, kaum  elit akan bangga datang ke acara mewah tersebut mengingat banyak merk mahal berkeliaran. Aku sendiri ingin sekali tahu kemegahan acara pernikahan idaman tersebut, tapi apalah daya, sebagai seorang mahasiswa di perantauan, aku hanya melihat cuplikannya saat makan siang di warung makan, itu pun dengan kondisi semut yang menutupi seluruh wajah tivi. Tapi tak apa, banyak berita online yang membahas acara tersebut. Satu per satu ku buka link berita online dan membaca yang menarik perhatianku. Termasuk isu pelarangan penayangan ulang acara yang disiarkan langsung di Trans TV tersebut, karena dianggap tidak memiliki manfaat bagi masyarakat. Tunggu dulu,,,, bagiku yang rakyat biasa, yang hidup di lingkungan budaya betawi, tayangan tersebut cukup menarik terutama pada bagian ritual siraman. Yaa,, walaupun membosankan. Tapi setidaknya aku sedikit banyak mengetahui salah satu budaya Jawa yang merupakan bagian dari budaya Indonesia yang tidak dapat ku temui di sekitar rumahku. Terus manfaat acara resepsinya apa?? Yahh anggap saja itu sebagai ajaran moral. Kita jadi tahu artis mana yang berpakaian “tak bermoral”, hanya ingin dilihat waw, atau yang benar-benar hidup sederhana. Manfaat macam apa itu??!! Kalau memang tidak suka, ganti saja channelnya atau matikan saja tivinya. Kalau acara lain lebih menarik,, yaa pencet saja remotnya. Toh, tidak ada paksaan menonton acara tersebut. Tapi sadarkah kau, berapa banyak uang yang berputar dari acara tersebut?? Berapa banyak pekerja yang mendapat bonus tambahan dan senyuman bahagia hanya dengan melihatnya. Bagiku, itu sudah cukup. Aku yakin, setiap pekerja disana mulai dari tukang pel, tukang cuci piring, tukang dekor, koki, EO, sampai designer akan merasa bangga pernah bekerja untuk event tersebut. Yang membuatku miris, justru melihat foto diatas. Jangan terpaku karena wajah cantik yang mendominasi foto, tapi lihatlah ke backgroundnya. Hah?? Baby sitter siapa itu? Aku tidak tahu apakah foto itu diambil pada acara pernikahan tersebut atau di acara lain, yang pasti aku mendapatkannya dari berita online yang kubaca. Kalau benar foto itu diambil saat acara pernikahan nan mewah itu, betapa miris ku melihatnya. Tidakkah kau berfikir demikian?? Saat semua orang berlomba-lomba memakai gaun mahal dengan make up tebal, dia pasrah saja memakai baju dinasnya dengan sendal butut tanpa make up. Kalo baby sitter itu punya si artis, tidakkah dia malu membawa baby sitter seperti itu ke acara mewah?? Tidak, maksudku disini bukan tampilan baby sitter tersebut yang memalukan, tapi lebih bagaimana si nyonya bertanggungjawab atas dirinya. Kenapa kau, nyonya, hanya peduli pada penampilanmu saja? Tidakkah orang-orang disampingmu akan mengatakan, “ya Tuhan untuk siapa dia bekerja?? Kenapa dia membawa orang berpenampilan seperti itu ke acara semewah ini. Ohh lihat itu pengasuh anaknya! Yaa ampunn bagaimana mungkin dia mempercayakan anaknya diasuh oleh orang seperti itu”. Sekali lagi, kutekankan ini bukan salah si baby sitter. Dia hanya menjalankan tugasnya. Tapi nyonya egois yang tak peduli dengan penampilannya tak pernah mendadaninya. Baby sitter hanya tahu pekerjaannya menjaga sang anak tanpa peduli kemana dia dibawa. Tidakkah sang nyonya merasa risih dan memberinya bedak sehingga dia tidak terlihat kusam. Tidakkah si nyonya memiliki uang untuk memberikannya sepatu, hingga kuku jari-jarinya yang kotor tidak terlihat. Bukankah dia sudah menjadi keluarganya karena telah menjaga anaknya dan tinggal di rumahnya??

Friday, August 1, 2014

Bangku Rahasia

Bagi yang sudah berpengalaman dengan tj, pasti sudah tahu klo ada bangku rahasia yang bisa didudukin di kala seluruh kursi telah penuh dan penumpang berdiri merajalela. Bukan, bukan di pangkuan supirnya. Melainkan di tangga pintu masuk depan. Yap, tangganya bisa dipake buat duduk.

Kabar gembiranyaaa,
kursi ini muat untuk dua orang!

Yeaayy . . . \(^.^)/

Pertama ku melihat orang yang duduk disana, hmm,, sangat kreatif dan berani. Ku beri applause bagi orang yang pertama kali menginspirasinya. Dan yang ada di fikiran ku, kapan aku bisa mencobanya. Beberapa kali ku memiliki kesempatan tapi ku ragu. Hingga akhirnya hari itu ku mencobanya

Rasanyaaa????
W E W
Kupingku budek.
Ternyata suara klakson terdengar lebih keras dari lokasi ini. Ckckck

So, do u wanna try??
Aku sarankan untuk mencobanya.
Mungkin hal ini sepele, tapi cobalah sebelum di tempat itu tertera kertas bertuliskan
Dilarang Duduk Disini

Bis No. 43

Ini sudah minggu kedua aku magang setelah kemarin libur pemilu. Ku fikir, aku telah mengamati semuanya. But, ternyata belum semua. I found something new. Yap, inilah pertama kalinya aku liat orang negjar-ngejar kopaja metromini atau semacamnya. That's true. Aku fikir hal semacam itu hanya ada di cerita Lupus, film-film atau hanya ada di jaman dulu, lah pan sekarang sudah ada tj. i still don't believe what i see.

Pertama, aku lihat orang-orang berjejer di pinggir jalan. Well, ini biasa. Karena pasti mereka menunggu bis. Itu kesimpulan pertama. But, sesuatu yang beda baru saja terjadi. Mereka yang tadi berdiri kini berlari menuju bis 43 jurusan Cililitan-Tj. Priok. Padahal di dalam bis sudah penuh. Ya, aku melihatnya sendiri kalo di dalem bis sudah banyak orang yang berdiri. Mereka yang tadi berlari menuju bis kini hilang seperti terhisap ke dalam bis, you know blackhole!! Beberapa detik kemudian orang-orang yang terhisap itu muncul kembali. Kali ini ada bis yang baru datang dan mereka kembali mengejarnya. Percaya padaku, lebih banyak dari mereka yang perempuan. Berlari dengan make up bercampur keringat dan sepatu hak tinggi.

Wew,,,,

Sebelumnya, aku memang belum pernah melihat orang-orang pekerja kek gitu. Di lingkungan rumah ku sepertinya tak ada yang memiliki keseharian seperti itu, jadii aku masih belum bisa memastikan bagaimana perbedaan mereka saat menjadi wanita dan saat menjadi pemburu bis seperti itu. Yang aku yakini, hal itu mungkin mempengaruhi mereka di rumah.

Yaa Tuhann,, apa yang mereka harapkan hingga mereka melakukan hal seperti itu. Ku mohon jauhkan aku dari hal seperti itu. Tidak, itu sama sekali tidak buruk. Disitulah sebuah prinsip dan keyakinan bercampur. Kau tak akan tahu apakah esok kau merasakan hal yang sama seperti itu. Yang pasti, saat ternyata aku mengalami hal serupa, aku hanya ingin perlindungan dari-Nya.

Magang #2

Yap, it's true.
Hari ketiga ku telah menemukan jawabannya.

Well, ini bukanlah trik bagaimana naik busway dengan nyaman dan aman. Saran-saran di bawah ini, tidak dianjurkan untuk diterapkan. Hanya sebagai pengubah mindset untuk terus berfikir positif.
1. Gue cuma anak magang. Keterlambatan gue tidak akan mempengaruhi produktivitas kantor, juga ngga akan memotong gaji atau bonus gue karena emang gue ngga digaji.

2. So, saat sampai di halte tj, tunggulah penumpang lain buat naik duluan. Tunggu dan sabarlah hingga penumpang yang mengantri di depan pintu keberangkatan sepi. Tapi, bukan berarti gue akan telat. Percaya ama gue, gue hanya sekali telat sampe kantor. Jangan biasakan telat ya guys. Well, terkadang klo waktu kedatangan antara satu tj dengan tj lainnya cukup lama, penumpang akan menumpuk. Just watch it dan tersenyumlah :)

3. Setelah gue perhatikan, ternyata mereka yang berdiri desek-desekkan di depan pintu keberangkatan adalah mereka yang males berdiri di dalem tj. Ckckckk...

4. You are youth, strong and care. Yup, dari saran nomer 2 berarti lu ngga akan dapet tempat duduk. So whatt??!! That's not problem for us. Kita masih muda guys. Ngga ada salahnya berdiri dua tiga jam sambil tangan lu bergantungan di tj. Yaa percaya aja klo itu berguna buat kesehatan lu. Anggap aja itu olahraga guys. Yaa,,, walaupun dua tiga hari pertama badan gue pada pegel semua. Remukkk . ..

5. But, klo lu maksain duduk, pada akhirnya lu akan tetap berdiri. Karena yang diutamakan duduk adalah ibu hamil, ibu yang menggendong balita, lansia, dan penyandang cacat. Well, karena gue bukan salah satu dari mereka, berarti gue ngga punya hak penuh untuk duduk. Ok, fine!

6. Ini yang terakhir tapi juga yang paling menguatkan gue. Gue cuma anak magang yang akan berakhir 19 Juli nanti. Klo gue ngga tahan dengan semua keadaan ini, gue cukup melihat sekeliling gue. Melihat mereka yang sudah beberapa tahun ke belakang merasakan hal ini. Lihatlah mereka yang beberapa tahun ke depan akan tetap merasakan hal yang sama.

Guys, magang bukan sekedar apa yang lu kerjain di kantor.
Lebih dari itu, setiap pembelajaran akan hadir mengikuti setiap langkah.
Ilmu itu tetap berada dalam radius ratusan meter jauhnya darimu.
Tinggal bagaimana kita mau membuka mata dan mengamatinya lebih jauh.
Bagaimana kita membuka hati untuk menerima dan mensyukurinya.

Magang #1

Magang.
Suatu pengalaman bekerja bagi mahasiswa tingkat akhir. Of course, this is my first time di salah satu Badan Pemerintah di Jakarta. Awalnya berniat ngekos dengan teman-teman yang lain. Tapi, menimbang waktu dan biaya, hmm.. akhirnya ku pilih pp. Yap pp, alias pulang pergi. Naik angkot selama sejam dan naik busway selama sejam lebih.
Jujur, aku telah ngecek rute alias survei untuk mengestimasikan waktu keberangkatan. Ce ileee....

Hari Pertama. S E N I N, 30 JUNI 2014
Wew, ini pasti hari yang sibuk. Aku berangkat pukul lima selepas sholat subuh sehabis sahur. Yap, pukul lima dan sampai disana pukul delapan. Wew. OK, fix!! Besok berangkat pukul enam dan aku akan sampai pukul setengah sembilan. The truth, aku berangkat pukul setengah tujuh dan tetap sampai pukul setengah hingga jam sembilan. Hmm,, ngga telat ko, kan aku masuk pukul sembilan. Yeaayyy \(^.^)/

Bicara soal magang, ada kekhawatiran sendiri bagi kami. Yap, kami berlima. Lima cewe tangguh yang akhirnya memutuskan menjadi PPT alias Para Pencari Ta'jil. Yang kami khawatirkan adalah, apakah kami bisa mengerjakan tugas yang diberikan? Apakah tugas yang kami kerjakan benar? Dan apakah tugas kami memuaskan?

Tapi bagiku, there is something else beside that. It is about transportation. Angkot tidak menjadi masalah karena siswa sekolah masih libur semesteran. The most problem is tj. Aku sudah tahu kalo naik tj di jam kerja akan sangat menyiksa. Well sepupuku juga sudah mengingatkanku akan hal itu. But, apa yang kamu fikirkan tak akan sama dengan kenyataan.

Hari pertama, aku kedempet kedempet. Udah badan kecil, pasrah, ngga ada niatan buat dorong-dorong orang. huff.. Tapi yang paling ku khawatirkan bukan diriku melainkan laptopku. Hal yang sama juga terjadi di hari kedua. Sambil terus ku berfikir bagaimana caranya laptopku tidak kegencet gencet, ku mengamati sekitarku.

Hari ketiga, ku telah menemukan jawabannya.

Thursday, April 24, 2014

Pagi yang Sibuk

Saat pagi menyapa, aku diusir keluar
Dipaksa bertemu ilmu yang sudah 3 tahun ku geluti.
Ya, terkadang malas menyapa
bergantian dengan semangat bak ombak yang saling bergulung di laut.

Saat pagi menyapa, kulihat ke ujung jalan.
Terpaan cahaya matahari pagi membelai setiap lekuk dari Gunung Salak.
Ahh,, menggemaskan.
Tak akan pernah ku menemui pemandangan seperti itu jika di rumah.

Setiap jiwa yang lalu lalang.
Sibuk, sangat sibuk
Ramai, sangat ramai.
Setiap jiwa memiliki tujuannya sendiri hari ini
Yang terlihat dan tidak terlihat
Yang nampak dan yang tembus pandang
Yang tersadar dan yang terfikirkan
Yang terlintas dan yang berbekas

Jika ku malas diajak bermain oleh semua fikiran itu
ku pilih jalan lain, walau memutar jauh, asal sepi
Jika sedang diburu waktu, terpaksa ku pandang jauh ke bawah
Menunduk
Menghitung semut, menghempas debu
Asal urusan mereka tak menghuni fikiranku

Saturday, November 23, 2013

Demokrasi

Ane suka sedih gan, kalo temen ane cerita tentang keluarganya yang ngelarang dia ini itu tanpa membiarkan si temen ngejelasin alasannya dulu. Alhamdulillah gan, biarpun orang tua ane bukan dari kalangan berpendidikan tapi untungnya terdidik, gada tuh di keluarga ane yang ngelarang ini itu. Intinya, kalo emang bagus yaa bakalan didukung, kalo emang ga bagus, yaa rasain sendiri nanti akibatnya. Hmmm,,, kalo soal larangan orang tua, waktu awal masuk universitas banyak cerita dari temen ane yang orang tuanya ga setuju dia masuk jurusan ini universitas itu. Kalo ortu ane mah terserah ane aja ane mao kemana, bukannya mao ngebebasin gan, tapi sebenernya orang tua ane kaga ngarti jurusan kuliahan. Heheh,, (maap, bukan dari kalangan berpendidikan). Emang sih awalnya mereka sempet kaget waktu tau ane diterima di Bogor, dan mereka cuma nanya “beneran mao kuliah di Bogor? Kalo iya, nanti dicariin duitnya..” Ane mah waktu itu pasrah aja, soalnya udah sempet kerja di kantornya tetangga. Kalo si mama pengennya ane kerja dulu, terus kuliah sambil kerja. Tapi ngomongnya ga maksa gan, cuma kaya nyatain pendapatnya. Itu yang ane seneng dari keluarga ane gan. Tapi bukan itu inti yang pengen ane omongin.

Hmm,,istilahnya apa ya kalo pake bahasa pemprograman? #eh bahasa modern. Yap, disadari atau tidak, entah apa namanya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, keluarga ane itu sudah menerapkan prinsip demokrasi. Eh emangnya demokrasi sebuah prinsip yah? Bukannya itu cuma paham? Kaya punyanya Aristoteles gitu, inget pelajaran PKn pas kelas dua smp ga? Democritos? #pindah jurusan filsafat.

Jadi gini gan, bulan Maret kemaren, si adenya Zahra baru aja dateng ke dunia fana ini. Alias kaka ipar ane, ngelahirin (agan tolong ya dibaca dengan jelas, itu setelah kata ane ada tanda komanya. Tolong dengan sangat komanya jangan diilangin, atau malah dipindahin ke sebelum kata ane). Coba agan buka bagian yang judulnya Boneka Zahra. Disitu ane cerita tentang cewe-cewe di kampung yang pada hamil. Dan menurut soal ujian Metsat kemaren, saat ane pulang bulan Juni nanti, jumlah warga Bulak Tinggi akan bertambah. Akan banyak tuyul-tuyul yang berjemur di pagi hari. Nah salah satu yang sudah berojol entu adalah kaka ipar ane, alias emanya si Zahra. Jadi dengan kata lain, si Zahra sekarang sudah menjadi seorang kakak. Ane dikabari hal ini lewat sms. Tiga bulan sebelumnya ane udah usul nama Nazca Putri Abelia, tapi kata kaka ipar ane, anaknya cowok. “Oh yaudah gimana kalo Azca?” Pokoknya gan, ane ngotot pengen ngasih nama keponakan ane. Pas hari H, ane dikabari kalo tidak ada yang setuju dengan usulan nama ane. Orang-orang tersebut adalah ema ane, abang ane, dan si Zahra. Yap, benar. Biarpun si Zahra baru berumur empat tahun, dia sudah memiliki hak suara untuk menentukan bakal calon nama adiknya dan mungkin kalo si adiknya Zahra ga tidur mulu, dia sudah bisa memiliki hak suara untuk menentukan namanya sendiri.
Ane tetep ngotot pake nama Azca Putri Abelia. Tapi alasan yang tidak setuju adalah karena nama itu tidak islami.
“Lihat dong, silsilah keluarga kita, semuanya islami!”, ngotot abang ane lewat sms.
“Oh yaudah,” ane masih sabar dan bersemangat, “gimana kalo Azca el Farabiy?”.
“apaan tuh farabiy? Kalo ngasih nama yang ada artinya!”.
“ih, itu nama ilmuwan muslim!” ane mulai nyolot.
“yaudah kasih aja nama Umat Nabi kalo ga Ahmad Mubarok!” ane kesel.
“kasih nama Mudzdalifah sekalian biar kaya!” pala ane berasep.
Perlu agan ketahui, bayinya berjenis kelamin perempuan. Dan yang paling penting agan harus tahu, nama Abelia yang ane berikan adalah singkatan dari nama orang tuanya, Abidin dan Dahlia, tapi ditolak karena ga islami. Berita terakhir yang ane denger, bayinya bernama Azca Amalia. Aggghhh entah kenapa ane ga suka nama itu. Ane usul lagi. Tapi ga direspon. Nasib L

#intinya, keluarga ane tetep menerapkan prinsip demokrasi. Tapi kalo agan tidak berada di TKP, hak suara agan adalah setengah. Ah aing maahhh,,,,,

Azka Amalia

Blututh, Infra Red, Beli BB

Gan, waktu TPB (Tahap Persiapan Bersama) alias tingkat satunya IPB, ane punya temen namanya Reni. Dia satu lorong asrama sama ane, kamarnya tepat bersebelahan sama kamar ane gan. Orangnya cantik gan, pinter lagi. Nah, pas selesai kuliah lagi nunggu temen ane yang lain buat pulang bareng, si Reni cerita ke ane dia pengen beli mouse.
“Kira-kira mouse yang bagus gimana ya wa?”, tanya Reni ke ane.
“Mouse yang bluetooth aja Ren!” jawab ane antusias.
“Hah? Emang ada wa mouse bluetooth?”, tanya Reni tidak yakin.
“Ada Ren, kece dah kaga pake kabel” jawab ane meyakinkan.
Ane merasa berhasil telah meyakinkan si Reni buat beli mouse bluetooth. Tapi, kata-kata si Reni beberapa saat kemudian membuat ane koprol tidak sambil bilang wow.
“Hmm,,,, gitu ya wa. Kalo yang pake infra red ada ga wa?”, tanya Reni antusias.
Ane langsung meneteskan air mata ngerasa gagal sebagai teman. Bayangin gan, kurang canggih gimana coba temen ane. Mouse infra red. Mungkin idenya ini bisa diusulkan jadi PKM #sambil menyeka air mata.

Ada lagi nih gan, abang ane, bapaknya si Zahra. Pebisnis sejati gan, tapi agak gaptek gitu dah. Nah, sekarang kan zamannya BB, jadi temen-temen si abang pada pake BB. So, kalo lagi ngirim data si konsumen, temen bisnisnya suka nyuruh dia ngirim data lewat BBM daripada harus bolak balik ngasih data konsumen. Kalo udah gini, biasanya dia minta tolong orang laen buat ngirim tuh data. Akhirnya, dia kepikiran buat beli BB. Dia nanya-nanya ke kakak iparnya harga BB berapaan. Harganya 1,25 juta gan. Bisa dicicil per bulan 250ribu.
“Murah ya bi BB mah”, tanya dia ke ane waktu itu ada istrinya juga gan.
“BB mah murah yang mahal pulsanya (--“ , jawab ane.
Tiba-tiba dia menanyakan pertanyaan yang cerdas sekali, yang tidak terpikirkan oleh orang sejenius ane.
“Ma,” tanya dia ke istrinya.
“Ma, itu BB merek apa?”, pertanyaan abang ane.
Ane ama istrinya langsung ngakak gan. Ciyusan gan, dia nanya merek BBnya bukan tipenya.

Istrinya langsung jawab sambil cengengesan “BB ya merek Blackberry yah -.-”.  

Thursday, July 25, 2013

Baker St

Well,, ane kembali. Eem,,, sekarang lagi di rumah mengisi liburan dengan jagain keponakan yang ganteng abiezzz. Sekarang ane lagi seneng banget mengunjungi blognya Sherlock Holmes thescienceofdeduction.co.uk sama fans blognya sherlocked.org . Well, sebelum liburan awal Juli ini ane dapet serial Sherlock Holmes BBC 1 dan ampe sekarang efek filmnya masih ngaruh banget ke ane. But, ane bukan mao cerita soal bang SH, tapi mungkin ada hubungannya juga.

Okay gan, udah dua tahun ane kuliah. Satu tahun belakangan ini banyak banget hal-hal dan kejadian yang bikin ane tambah dewasa (menurut ane) . Well, sekitar dua tiga minggu sebelum UAS bulan Juni kemaren, temen-temen ane pada geger soal "kuliah di luar negeri". Hmmm,,,, bukan cuma kuliah sih, bisa aja lolos paper, pertukaran pelajar, pokoknya yang berhubungan ama "luar negeri". Ane ngeliat mereka tuh eksaitid banget pengen ikutan begituan. Tapi jujur ya gan, demi tuhan, dan tak tahu kenapa, ane ko ga berminat sama sekali yah sama begituan. Ane masih ga dapet alasan yang cukup dan feelnya ga dapet banget, apa hebatnya lolos paper, keluar negeri tiga hari, seminggu, sebulan, selamanya,,,,.

Satu-satunya "luar negeri" yang pengen ane kunjungin yaa ke Mekkah, ke Madinah, pergi haji. Itu doang. Udah. But, ada satu hal yang mengubah mindset ane. Yaa,, si bang SH ini. Well,, abis nonton filmnya ane jadi kepikiran buat jalan-jalan mengunjungi Baker St. But how??? Ane masih belum tahu gimana caranya nyampe sono. Apakah nanti ane nikah sama pengusaha terus jalan-jalan kesana, atau ikut paper, atau jadi TKW??? Who knows???

Buat yang belum nonton serial BBCnya, itu serial kece badai.  Tapi yang bikin ane lebih excited sebenernya lebih karena akting si Bang Benedict Cumberbatch yang berakting sebagai bang SH. Aktingnya, keren abieszzz. No, no, no, ane bukan kritikus film ko gan, bukan juga orang yang berpengalaman di bidang begituan. Tapiii,, ane aja yang bukan ahlinya bisa dapet feel aktingnya si Bang Benedict. Pokoknya agan ga bakal nyesel deh! (#kenapa jadi promosi film???)

Akhir kata, wassalam :)

Friday, April 12, 2013

Surprise Terbego dan Kado Terindah


Nah, kalo ultah yang tahun lalu gan, kira-kira empat bulan lalu. Seperti biasa lagi liburan persiapan uas+natal+tahun baru, ane lagi di rumah. For youth inpoh, ultah ane samaan ama anaknya mamang sepupu ane, namanya Andien, tapi dia baru enam tahunan gan. Nah kaka ipar ane, alias emanya si Zahra, pinter bikin kue gan. Katanya sih emanya Andien pesen kue ke dia, terus dia minta temenin ke Giant, yaudah ane temenin lah ya. Nahh pas bikin kue juga ane bantuin tuh. Kuenya bantet gannn,, Nah lho pesenan orang tuh!! Tapi ko kaka ipar ane santai aja yak, malah bentuk kuenya diubah ubah sesuai keinginan dia.
“Lah po, emang emanya Andien pesen yang kaya gimana? Ko dibagi dua po? Ko ini po? Ko itu po? Ko empo udah mpo mpo?” tanya ane.
“Ini kan cuma contoh wa, kalo dia suka tar dibikin yang baru, kalo dia ga mao yaudah buat makan aja”. Ohh ane mah percaya aja.
Esoknya, H-3 tahun baru alias hari ultah ane. Ane mah kaga ngarep apa-apa, uda gede lah yaaa… ane lagi males keluar, jadi pengen nonton tipi aja di dalem rumah. Eh sepupu ane dateng tuh dua orang, ayo po keluar napa jangan di dalem aja. Tadinya ane ga mao, tapi udah ditarik-tarik diseret seret digotong-gotong, yahh ane udah di luar. Pas di luar ane sebel tuh gan, masa ane dicuekin, yang satu malah masuk lagi ke dalem. Emang sih di luar banyak ibu-ibu 94h03L, tapi kan yang tadi ngajak ane keluar sepupu ane bukan ibu-ibu itu. Hmm,,, ane mencium sesuatu yang tidak beres, ternyata ada e’o kucing deket situ. Back to story, Ane masuk lagi ke rumah tapi lewat pintu belakang.
Nah pasti ane mao masuk rumah, kak ipar ane manggil manggil ane, “wa empo mao beli sini wa, empo mao beli”.
Tapi ane cuekin gan.
Nah pas ane masuk lewat belakang ke arah depan ke warung, eh dua sepupu ane lagi nyiapin kue yang dibikin kaka ipar ane. Gubrakkk!! Ane ketawa geli beud. Gagal deh rencana mereka bikin surprise buat ane. Wkwkwkkwkw,,, mahasiswa mao dikibulin!! Tapi tetep gan, rambut ane kena susu, aer, mesis, krim, dll (dan lupa lagi).

kuartet (satu orang diitung dua) pelaku surprise terbego (sumpah, mereka ga kembar!)

Tahu ga gan, bahkan temen kuliah ane pas TPB ngerayain ultah ane yang tahun kemaren ntu, pas bulan Maret 2013. Gubrakk!! Padahal ane kaga ngarep apa-apa sumpah dah. Tapi itu kan tandanya mereka peduli ama ane ya gan, mereka masih sayang ama ane, jadi terharu Hiks hiks :’)
Dari sekian kali ultah gan, menurut ane cuma kado dari keponakan ane si Zahra yang paling berkesan. Lebih dari apapun di dunia ini! Ente bayangin gan, kadonya dibungkus kotak cantik berwarna merah.
Ini gan, ane sempet moto si zahra sambil megang kadonya
Ente ga bakal nyangka kalo di dalemnya, berisi misro yang masih anget

Hadehh aya aya wae kaka ipar ane, mungkin tahun ini ane dapet kado bahan bahan buat bikin misro+kompor ama penggorengannya. :)

Ulang Tahun dan Terkuaknya Misteri Babi Ngepet


Agan-agan yang pernah dilahirkan oleh emanya pasti pernah ngerasain ulang tahun, kecuali yang lahirnya lewat hadiah chiki zeky yang gopean. Sebenernya di keluarga ane gada tradisi ultah gan, ga pernah saling mengucapkan satu sama lain diantara anggota keluarga. Karena ane anak perempuan satu-satunya sebelum ada ade ane, ulang tahun ane selalu dirayain dari umur 1-5 tahun. Tapi ane cuma inget ulang tahun yang kelima doang gan. Nah kalo sekarang sekarang udah gede gini, ane udah ga ngarep dirayain gan, yahh palingan dikasih surprise ama temen sekolah, temen asrama, temen kuliah. Karena ulang tahun ane H-3 tahun baru, biasanya lagi pada libur sekolah jadi ane mah santai aja kaga bakal pulang sekolah bau telor. Hmm,,, terlalu banyak cerita tentang ulang tahun ane, ane pilihkan beberapa yang bagus gan.
Kalo waktu kecil agan inget ga, biasanya ngado sabun mandi, sabun cuci, atau buku. Nah pas SD tuker tukeran kado, biasanya bingkai foto atau kotak musik. Karena ane bingung mao ngado apa, ane pernah ngadoin duit goceng ke temen SD ane. Hualahhh anak SD --“
Waktu ultah yang ke-19 waktu itu baru 6 bulan di IPB gan, lagi libur persiapan UAS jadi ane pulang ke rumah. Pas balik ke asrama,  tahun udah berganti dan semua mahasiswa/i sibuk ujian. Ane pikir karena ultah ane udah lewat, temen sekamar ane ga bakal ngapa-ngapain gan. Setelah dua minggu UAS, pertengahan Januari 2012, besoknya ane mao pulang ke rumah lagi, jadi malem sebelum pulang ane sempetin nonton film ampe jam satu pagi. Jam tiga tiba-tiba ada yang nyanyiin lagu kebangsaan orang-orang yang ultah. Ane inget banget waktu itu lampu kamar dimatiin, semuanya gelap, Cuma ada nyala lilin.
“Ayo tiup tiup,,” pinta temen ane rame.
“Ahh ga mao, ngapain si ngantuk ngantuk, udah lewat juga, siapa yang ulang tahun cobaaa,,” protes ane.
“Udah tiup aja cepetan cepetan”, desak mereka. Akhirnya ane tiup juga tuh lilin gan.
Setelah ane tiup, agan tahu apa yang terjadi??? Setelah ane tiup, ane jadi tahu kenapa orang yang ngepet, kalo hampir ketahuan lilinnya ditiup. Mungkin ini juga bisa menambah pengetahuan agan soal dunia perngepetan. Yang lagi UTS, mungkin jawaban ini bisa membantu agan mendapat nilai A. Jadi gan, setelah lilinnya ane tiup, temen-temen ane pada ngilang gan!!!!
“Heh, cepetan nyalain lampunya, nyalain lampunya!!!!” Pinta mereka satu sama laen dengan panik, mungkin takut tiba tiba jumlah kami jadi bertambah.
Paginya, ane pulang membawa rok batik lucu :)

Sunnah nabi (nyari temen)


Sebagai muslim sejati dan seperti muslim-muslim lainnya, ane taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Nabi Muhammad saw. Bahkan, prinsip ane dalam berteman, ane ambil dari salah satu hadist nabi. Begini bacaannya: “barang siapa berteman dengan tukang minyak wangi, akan ketularan wanginya”. Nah, ane sangat amat sekali menerapkan hadist itu dalam menentukan pencarian ane mencari teman gan. Makanya, sekarang temen ane tukang minyak wangi semua. Eh bukan denggg #piss. Jadi gan, ane ini kan udah cantik, berdasarkan hadist diatas siapa yang berteman dengan tukang minyak wangi akan ketularan wanginya, maka, oleh sebab daripada itu, ane temenan ama orang yang lebih cantik gan dengan harapan kecantikan ane akan bertambah. Hehehe,,, Selain daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan, eh bukan dengg. 

Selain daripada itu, jarak ubun-ubun ane dengan jempol kaki menurut teman-teman ane, lebih dekat daripada rataan kelas, sehingga mereka memanggil ane guyot. Sok we lahh tanya si embah, guyot itu apa.. Nah berdasarkan hadist diatas, ane temenan sama orang yang tingginya cukup tinggi, dengan harapan tinggi ane nambah tinggi. Tapi, bukannya nambah tinggi, orang-orang malah khawatir leher ane yang nambah panjang, soalnya kalo ngobrol nengok ke atas mulu. :’(

Duo Zahra dan Fahri


Sekarang si Zahra udah empat tahun gan. Suatu hari dia main sama Fahri keponakan ane yang umurnya tiga tahun. Ceritanya, mereka main di rumah Fahri. Tiba-tiba Fahri berlari ke jalan raya. “Bibi, Fahri mao ke rumah utinya!”, Zahra teriak memperingatkan ane yang lagi jaga warung plus jaga mereka berdua. Fahri berlari, Zahra berlari mengejar Fahri, ane berlari mengejar tukang baso eh memperhatikan dari jauh. Ternyata si Fahri berubah fikiran. Kakinya berbelok kanan ke arah rumah tante ane, sebut saja Tante Angela, diikuti dengan Zahra. Beberapa saat kemudian, ane khawatir apakah mereka masih di rumah si Tante apa udah pindah tempat. Pas ane ngelongok ke rumahnya si tante, mereka berdua sedang asyik nonton film hantu. It’s okay! Seenggaknya mereka masih ada disitu walau sebenarnya jauh di dalam hati ane ada sedikit rasa khawatir, mao jadi apa merekaaa kecil kecil nonton film hantu Indonesia??????. Sebenarnya ane mao ganti filmnya ama film Rumah Dara, tapi berhubung ane belon beli bajakannya, jadi ane biarin mereka. Ane balik lagi ke warung ane. Beberapa menit kemudian Tante Angela ke rumah ane, nanyain betadine. Ternyata kakinya kena paku waktu lagi meng-imigrasi-kan shauun the sheep (kambing, red) miliknya. 

Disinilah kisah itu dimulai. Kisah yang sangat sulit dipercaya kebenarannya, tapi kita akan mendengarkan langsung kisahnya dari saksi hidup. “Masa wa,” , si Tante mulai bercerita. Kalo yang ga kuat ane saranin mending jangan pindah ke blog sebelah. “Tadi kan bibi di rumah nyari betadine, aduh aduhh!!” Kesakitan kena paku. “Terus si Fahri bilang, makanya uwa, pake cendalll!!”. “ini uwa pake sendal!” si tante membela diri. Tapi pembelaannya tidak bisa meringankan sakit kakinya. Pas lagi netesin betadine, si Zahra menambahkan, “uwa itu betadinenya udah kering, kaga bisa keluar!!” . Dan atas saran dari Zahra, si Tante nyari betadine lain di rumah ane. 

Ibroh yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah jangan liat siapa yang berbicara tapi lihat apa yang dibicarakannya :)

Zahra dan Fahri sedang berlatih mengangkat jemuran